SUDAH !!! | #2 | Coldbrew & Mi Ayam
Mungkin sudah sekitar 3 hari aku jadi beban buat Risa, haha... sejak hari pertama aku sampai di Bandung, aku selalu pergi pagi dan pulang larut malam. Aku tau, Risa akan tau apa yang aku lakukan, dan kemana aku pergi, dia sudah hafal kebiasaan aku dan hobbiku, dia juga gak akan keberatan dengan keberadaanku, ya karena emang tidak sepenuhnya aku jadi beban dia, karena aku tetap meanggung jawabi diri ku sendiri.
Sejauh ini Bandung masih jadi tempat yang asyik menurutku, aku meninggalkan kamar setiap pukul 5 pagi, kepersimpangan, berdiri sambil menunggu angkot, sambil mengamati sekeliling, "jam segini sudah banyak kesibukan" gumamku. Ya karena memang padat kesibukan di jam itu, sepeda motor yang sudah mulai meramaikan jalanan, angkot yang seperdetik sekian lewat, walaupun beda warna dan tujuan, penjual sarapan pagi yang berjalan pelan mendorong gerobak, pedagang roti dan jamu yang bersepeda sambil meneriakkan dagangannya "jamu,jamu" teriak penjual jamu dengan bertempo dan merdu, kebanyakan disini perempuan penjual jamu itu masih terlihat muda, kulitnya bersih, wajahnya belum menunjukkan keriput, akupun ragu, mereka masih gadis atau sudah pada menikah. Tapi aku rasa tak perlu kita kaji lebih dalam, nanti juga terjawab.
Yups, benar, rutinitasku dimulai pagi sekali, bahkan aku rasa mentari belum benar-benar siap untuk terbit. Pertama sekali yang aku sambangi adalah jembatan penyeberangan orang di Stasiun kereta api, sebenarnya juga tidak ada hal penting yang aku lakukan disana, aku hanya duduk bersandar di tepi pagar, menikmati alunan jalan raya dan serenei lokomotif yang masuk dan yang akan berangkat meninggalkan Stasiun Kiaracondong, hampir setiap hari, 30 menit kemudian perlahan-lahan cahaya gelap mulai hilang, entah istirahat atau pulang, yang jelas ia tergantikan dengan cahaya terang yang akan menemani seharian sampai sore, dan gelap kembali datang.
Ya.. rasanya mungkin akan terdengar sia-sia atau membuang waktu, tapi tidak untukku, ini adalah ketenangan buatku, sebentar saja, mungkin beberapa tahun lagi, hal seperti ini sama sekali tak dapat kutemui.
Menikmati sinar pagi ini juga tak lama, mungkin sampai sekitar pukul 10 atau 11 pagi paling lama, setelah itu aku balik kanan, beranjak selangkah meninggalkan jembatan, ya aku juga akan menunggu angkot lagi dari seberang pintu masuk Stasiun.
Karena usai menikmati itu, aku langsung menghampiri coffeeshop "Risa", hahaha, tak apa ya aku ajak kalian terus memanggilnya Risa. Sebenarnya Risa juga tidak akan ada disana sepagi itu, karena jam buka kedainya itu jam 10 pagi, dan dia akan datang setelah jam makan siang, mungkin jam 12 atau 1 siang, sebelum dia datang, ada 1 rekannya yang bekerja disini, sampai saat ini juga rekannya tidak tau kalau aku teman seperjuangan Risa dari Medan, tapi ya aku rasa gak penting juga buat dia, hahaha.
Disana aku hanya akan pesan 1 gelas coklat panas sebelum jam makan siang tiba, setelah pesan, aku akan langsung ambil tempat favoritku disini, haha, dihalaman, paling sudut, dibawah pohon beringin, tepat dipojok tembok sejajar dengan pintu gerbangnya. Seringkali aku jadi orang pertama yang membuat baristanya bekerja lebih cepat, setelah beberapa menit, baru disusul pengunjung lain yang mulai datang dan menikmati paginya sembari dengan kesibukan masing-masing, mungkin sekedar ngobrol santai, mengerjakan deadline kuliah sendiri, atau sepasang kekasih yang terlihat bertukar tawa menunggu jam makan siang seperti aku. Dan itu jadi salah satu jadwal rutin buatku, menonton, melihat, atau memperhatikan aktivitas disini. Entahlah, aku memang tak pernah bosan menikmati ini.
Ya sembari aku menyalakan laptop ku, dan membuka microsoft word, ya sudah jelas apa yang akan aku lakukan, MENULIS, alah, tulisanku juga gak ada yang pernah kelar, sedari SMK aku bolak balik nulis, gak ada yang selesai, seringnya ya mentok tengah jalan, atau karena bosan, kalau dihitung mungkin sudah lebih 15 judul yang tersiasiakan. Tapi ya tidak terlalu aku sesali juga, karena nulis ini cuma bagian mengisi waktu luang buatku, paling juga selama duduk 4 jam ini cuma 1 atau 2 paragraf yang nambah, kebanyakan diam dan ngelamunnya, hehehe.
Iya, karena memang cuma 4 atau 5 jam aku disini, setelah makan siang dengan segelas coklat dingin, aku akan beranjak lagi, pergi ke jalan Asia Afrika, mungkin buat kalian yang bukan atau belum pernah ke Bandung pun tau, atau setidaknya pernah dengar nama jalan itu. Ya, disana itu semacam pusat kota lah, disana letaknya Gedung Sate, dan beberapa bangunan peninggalan Belanda yang jadi ikon Bandung sekarang, beda dengan di jembatan, disana aku lebih menikmati keramaian, keriuhan, orang-orang berjalan kaki dipelataran, sekedar jogging, atau duduk santai sore-sore, dan kalau langit lagi cerah, aku dan kamu bisa lihat kuning emasnya langit yang akan menggelap, kadang ya ungu kemerahan, aku rasa itu sangat romantis untuk dinikmati, sendiri atau berdua.
Nah, lain cerita, kalau disana aku lebih sibuk bermain dengan pensil dan bookart ku, ya paling tidak sekadar asal coret membentuk jendela, atau roda yang sedang melintas, ya hobbi ku ini emang gak pernah ada yang diseriusin, ya bagiku aku hanya akan melakukan yang membuatku rileks, enjoy, tapi ya sama aja, aku lebih banyak diam melihat-lihat sekitar saja, dari pada sibuk dengan pensilku. Dan aku akan bertahan dengan satu tumpuan bokongku sampai menjelang tengah malam hanya untuk ini, ya mungkin akan selalu di temani sate dan Chocolatos panas yang dijajakan penjual kopi keliling, yang aku pikir itu sudah cukup menemani aku 1 malaman suntuk.
Karena memang biasanya aku baru akan beranjak ketika sudah mulai tengah malam, mungkin jam 12 atau 1 dinihari, ya aku langsung akan kembali ke kedai, karena memang kedai baru akan tutup kalau sudah tidak ada orang, atau ketika pengunjungnya sudah mulai beranjak pulang, dan itu biasanya menjelang subuh, ya maklumlah, anak-anak muda disini memang suka nongkrong sampai larut. Ya walaupun di kedai aku gak pesan juga, lagipula aku balik ke kedai karena dekat dari Gedung Sate tempat aku duduk tadi, ya bisa jalan kaki, jadi pulangnya aku nebeng bareng Risa, karena dia biasanya pulang lebih awal dari rekannya.
Tapi ada 1 hal yang mecuri pandanganku, pikiranku, dan menjadi pertanyaan untukku. Jadi di awal-awal aku sering duduk disini, sekitar jam 3 an sore, ada 1 pengunjung yang duduk disebelahku, maksudku mejaku dan mejanya bersebelahan, tepat disebelahku, masih sejajar dengan tembok pagar, dan masih terlindungi pohon beringin, karena memang yang dapat perlindungan teduhnya cuma 2 meja. Dan malam saat aku kembali, ku perhatikan kursi favoritku masih kosong dan orang itu masih ada disana, dengan buku bacaan yang sedang dibacanya, yang aku lihat diatas mejanya ada mangkok kosong dan botol kosong dengan slokinya, mungkin cuma itu yang dia pesan sedari sore tadi, dan ada tumbler air mineral, aku gak tau itu masih berisi atau sudah habis. Tapi maksudku kenapa? Kenapa dia hanya duduk sendiri selama itu, dan apa yang sedang ditunggunya? Apa yang sedang dikerjakannya. Tapi ya aku tidak terlalu pedulikan, barangkali hanya sesekali dia seperti ini, mungkin sedang malas pulang, stress karena tugas, yang pasti banyak alasan untuknya.
...
Terimakasih sudah baca...
Share dan komen ya
Kalian itu yang bikin aku semangat nulis.
See u di babak selanjutnya

Komentar