CATATAN UNTUK TIARA | update cerita 18-08-'22
![]() |
| Ini notes pemberian Tiara |
Sebuah catatan tentang segala hal yang menyangkut Tiara pada perasaan dan perjalanan.
16 - 08 - 2022
" Sebelum Hari Ini "
Singkatnya perjumpaanku dengan Tiara bukanlah hal yang disengaja. Saat itu aku sedang dalam perjalananku, dan kebetulan aku singgah di Kota kecil, di Sumatera Barat, Painan nama kota itu.
Sebenarnya rencana awalku singgah disana hanya beberapa hari karena sekedar main memenuhi undangan teman perkopian yang aku temui di Bukittinggi. Namun akhirnya persinggahan menjadi lebih lama dari yang aku perkirakan. Jadi, sembari menikmati kota Painan, aku pun "Open Bar" untuk selama waktu persinggahan, tiap sore dan malam. Dan sampai di satu malam, yang jadi moment pertemuan. Tiara datang bersama temannya.
Sebagai pelanggan pertama dimalam itu. Anehnya, dimalam yang kebetulan ditemani hujan saat itu, perkenalan dan obrolan pertamaku dengan Tiara dimulai. Disebuah halte di Taman Kota, aku merasa nyaman bercerita dengan Tiara, tentang apapun.
Aku tidak terlalu ingat bagaimana akhirnya kami bisa bertukar WA lalu ngobrol intens.
Dengan pendekatan "merekomendasikan lagu-lagu favoritku", yang sering kukirimkan link lagu, membuat aku seperti merasa menemukan teman cerita. Entah bagaimana jalannya, obrolan itu terus berlanjut, mungkin sudah jalannya pikirku.
Dilain waktupun, saat ngopi bareng, aku perlahan cerita tentang diriku, cerita sisi paling gelap dari diriku kurasa. Dan itulah titik nya kurasa, teringat olehku tentang perempuan yang dihadirkan tuhan untuk menemaniku sampai tua nanti. Yang sebagai awalnya dia hadir dengan bentuk sebagai satu orang yang membuatku nyaman bercerita tentang kisahku.
" Hari Ini "
Untuk hal yang tak pernah kulakukan, ya aku rasa aku memang belum pernah melakukan ini sebelumnya.
Aku mengajaknya bertemu, dengan moment berpamitan karena aku akan melanjutkan perjalananku, aku menyampaikan tentang apa yang sempat ku doakan dan kuharapkan darinya, bahwa aku ingin dan meminta dia untuk menjadi teman hidupkun sampai tua nanti. Segala cerita kita dengarkan sama-sama, segala kisah kita ceritakan sama-sama, setiap malam, tanpa bosan.
Sejujurnya, Tiara pun sudah tahu tentang apa sebenarnya tujuan dalam perjalananku ini. Jadi, kalaupun setelah aku menyampaikan harapku itu, lalu kemungkinan terbaiknya Tiara bersedia menemaniku sampai tua, lalu untuk itu ia memintaku berhenti sementara dari perjalanan ini, dengan alasan atau maksud apapun darinya. Tentu aku akan bersedia. Sebab menjadikan Tiara yang terakhir untukku bukan pilihan tapi keputusan.
Ditulis di Painan, Sumbar
-
M.F
16 - 08 - 2022
Ditemani lagu "I Just Couldn't Save You To Night" - Ardhito Pramono, aku kebayang kamu. Teringat kalau besok aku sudah beranjak, melanjutkan perjalananku. Sejujurnya ini kali pertama aku berat meninggalkan kota yang kusinggahi, dan sebenarnya aku berat ninggalin kamu.
Aku gak tau, kamu ngerasa hal yang sama atau nggak, aku juga gak nuntut itu. Tapi kalau aku berharap hal itu di kamu gak papa kan?.
Aku berat ninggalin kamu, sebab mungkin aku bakal sering kangen sama kamu nantinya.
Nanti, kalau tiba-tiba aku chat kamu ngirim link lagu dan minta kamu buat dengerin lagu bareng / samaan waktu gitu, boleh kan? :)
Ditulis di Painan, Sumbar
-
M.F
17 - 08 - 2022
Aku di Bukit Langkisau nih Ti, diajak sama temen-temen bang Anjang, hehe.
Adem tau Ti, ngeliatin lampu-lampu Painan dari sini, kebetulan juga langit dan bulan lagi cerah, hehe.
Pengen juga ngerasain kek gini bareng kamu, duduk berdua, ngobrolin hal apapun, sambil api unggunan, terus bakar-bakar sosis gitu :).
Tapi sekarang ini adanya temen-temen vespa bang Anjang , hehe. Kamu udah tidur mungkin :)
Ditulis di Painan, Sumbar
01:43 WIB
-
M.F
17 - 08 - 2022
Sekarang aku di Silaut, Ti... heheh, nebeng tempat temen, terus aku ikut dia aja kemana mana, sekarang nih diwarung kopi, kebetulan dia bantu-bantu disini, terus tv lagi nyala, dan gak sengaja aja deh ikutan nonton, ada film tentara gitu yang lagi camp dan dia kayak lagi nulis surat gitu depan api unggun, heheh, nah jadi aku ngebayangin kalau itu aku yang lagi nulis surat buat Tiara, heheh.
Apalagi ada kawannya nyanyi merdu banget, icak-icak backsound gitu hehe.
Makanya aku ceritainnya aja disini :)
Eh iya, film nya judulnya "De Oost", siapa tau Tiara mau nonton heheh.
Ditulis di Silaut, Sumbar
21:30
-
M.F
18 - 08 - 2022
Hai... jadi kaaaaaan.... heheh, aku stay sehari di Silaut ini dan ikut bang Andre kegiatan 17-an.
Saat itu kondisinya lagi hujan deras Ti dan mata aku terpaku asik ngelihat anak-anak mandi hujan selapangan dengan diiringi musik pargoy, jadi mereka joget-joget, hehe.
Bahagia banget mereka kelihatannya, itulah sebabnya aku senyum-senyum sendiri nontonin mereka heheh.
Terusssss kan, aku pakai mantel hujan dan duduk diam dideket lapangan, hujan-hujanan juga sambil lihatin mereka main, terus tiba-tiba kebayang aja tuh, "seru kayaknya deeptalk sambil hujan-hujan gini" pikirku. Tapi ya tetep pakai mantel ya, biar gak basah sempaknya hehe.
Ditulis di Silaut, Sumbar
17:05
-
M.F


Komentar